Monday, June 8, 2009

SEDIKIT TENTANG LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH

Upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi berupa menurunkan harga BBM adalah langkah yang tepat, karena ketika harga BBM turun maka akan mempengaruhi sektor perekonomian yang lain untuk menyesuaikan kondisi yang ada, dalam hal ini misalnya mengurangi harga pokok produksi dan penjualan dari pos biaya. Selain itu diharapkan mampu menstimulan suku bunga rata-rata BI sebesar 9.5% agar turun, sehingga bisa merangsang kembali geliat pada sektor riil yang memiliki peran besar dalam perekonomian yang sehat. Oleh karena itu saya sangat setuju dengan ide agar pemerintah bisa menghidupkan kembali program yang menghimbau masyarakat untuk bisa mencintai dan membeli produk dalam negeri.

Tapi perlu diingat, ketika pemerintah menurunkan harga BBM, hal itu disebabkan karena penurunan harga minyak dunia akibat krisis financial global. Artinya menurunkan BBM itu adalah satu-satunya pilihan untuk merestabilisasi kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami inflasi. Memang sudah seharusnya dilakukan oleh Pemerintah. Dengan catatan subsidi pemerintah dan alokasi dana kepada departemen-departemen tetap stabil. Memang untuk mengatasi inflasi, perlu melihat banyak aspek. Karena jangan sampai ketika menyelesaikan persoalan akan muncul persoalan yang baru. Kita memahami inflasi mempunyai peran yang besar untuk memperbesar angka kemiskinan karena akan menurunkan daya beli masyarakat yang tentunya juga menurunkan tingkat kesejahteraannya. Selain itu ketika terjadi inflasi, maka usaha perekonomian pun akan melemah bahkan menghilang yang otomatis akan menambah jumlah pengangguran karena semakin sempitnya lapangan kerja. Karenanya, ketika pemerintah berupaya untuk mengendalikan inflasi haruslah benar-benar tepat sasaran.

Pemerintah harus benar-benar bersinergi dengan semua pihak baik swasta maupun masyarakat secara umum. Optimalisasi peran lembaga keuangan sebagai lembaga yang melakukan pembiayaan terhadap pos produktif baik usaha besar maupun UMKM akan meningkatkan gairah masyarakat dalam kegiatan ekonomi yang merupakan kebutuhan primer. Terhadap masyarakat, pendidikan dan kesejahteraan adalah hal utama yang harus diperjuangkan oleh pemerintah. Pengembangan infrastruktur baik fisik maupun social menurut saya juga peran kunci. Karena akan menumbuhkan iklim investasi. Dan yang terpenting adalah perbaikan kapasitas pemerintahan.

Berbicara sedikit tentang lembaga keuangan, ada hal penting yang harus kita ketahui bahwa di Indonesia memiliki 2 jenis lembaga keuangan yaitu konvensional dan syari’ah. Lembaga keuangan konvensional yang memiliki acuan bunga tentu berbeda dengan lembaga keuangan syari’ah yang mempunyai system akad bagi hasil. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya cukup terkejut ketika pada tahun 1997-1998, saat terjadi krisis moneter dan tingkat inflasi yang tinggi, semakin menghimpit negeri kita karena banyaknya beban utang luar negeri, ternyata lembaga keuangan banyak yang tidak mampu bertahan sehingga harus di-likuidasi, ada yang melakukan konsolidasi, sementara lembaga keuangan yang sudah besar mengalami penurunan pertumbuhan. Tetapi yang mengherankan lagi adalah ternyata lembaga keuangan syari’ah justru stabil (tidak mengalami penurunan). Hal ini disebabkan karena lembaga keuangan syari’ah tiduak mengacu pada suku bunga, tetapi bagi hasil. Ketika terjadi inflasi maka BI rate akan meningkat dan otomatis berimbas pada lembaga keuangan konvensional. Ini merupakan pembeda yang sangat mencolok. Lembaga keuangan syari’ah mempunyai system yang kokoh. Ini hanya sebatas yang saya ketahui. Saya sangat antusias ketika pemerintah mempunyai perhatian yang besar terhadap system ekonomi syari’ah yaitu dengan diregulasikan UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah yang mengatur secara khusus operasional lembaga keuangan syari’ah yang berlandaskan pada syari’at Islam. Menurut saya, tinggal mengoptimalkan mekanisme pengawasan pembiayaannya.

Kayanya bersambung nih...

0 comments:

Post a Comment

FKPM Smanza KAMMI Bpp FORMUSBA IKADZA AL-ROHMAN Kemenkeu RI DJP